Islam Bergerak
  • Beranda
  • Mukadimah
  • Editorial
  • Terbitan
    • Artikel
    • Islam Progresif
    • Wawancara
    • English
  • Program
  • Dukung
No Result
View All Result
Islam Bergerak
  • Beranda
  • Mukadimah
  • Editorial
  • Terbitan
    • Artikel
    • Islam Progresif
    • Wawancara
    • English
  • Program
  • Dukung
No Result
View All Result
Islam Bergerak

Rumah Pasir

Redaksi
22 Maret 2014
di Estetika, Puisi
Dibaca dalam 1 menit
A A
Rumah Pasir

Ilustrasi Puisi Rumah Pasir oleh Arut S. Batan

Baca Juga

Tarekat, Doa, dan Perlawanan: Puisi-Puisi Yogi Abdul Gofur

Tarekat, Doa, dan Perlawanan: Puisi-Puisi Yogi Abdul Gofur

16 November 2024
Suara May Day

Suara May Day

7 Mei 2017

Rumah Pasir

Sepanjang tepi pantai utara—dan selat Jawa ke jazirah Madura
dengan gemuruh ombak dan gemerincing amis gerimis yang merana
gundukan rumah-rumah pasir dibangun untuk dihuni sepasang pengantin
seperti sebatang lilin, perahu-perahu berlayar ke puncak samudera yang lain
panji-panji semirang mencari tanah lapang yang berpusar di kedalaman matamu
tapi gugusan sawah—tanah garam yang membeku, ladang tebu, hutan bambu
berlepasan seperti runcing sembilu, menjadi tumpukan kertas dan kayu bakar

Dari kubah masjid, bayang-bayang senjakala mencair seperti belerang
aku lihat peta negeri disulut kembang api yang menyembur dari segala penjuru
ruas-ruas jalan dari keramaian kota, menyimpan pecundang serta desing peluru
juga taburan asap hitam, kata-kata yang semakin bising dalam lembaran kain
membentang dari pesisir rawa-rawa ke laut selatan, berkibar menjadi labirin
menutup patahan-patahan percakapan dan kemarahan yang membatu

Seperti iringan-iringan gagak dari camar, sepanjang tepi pantai utara itu
langit menyala, sirine ribuan ambulan menyalak, melumuri sesak jiwamu
dengan perasaan yang diperas, dengan retakan sisa keyakinan yang terpecah
aku pandangi foto sepasang pengantin yang tersenyum sedikit gelisah
lambaian tangan yang hampir pasrah, melukiskan gurat-gurat luka
ke arah mata angin, ke tahta rumah pasir yang licin, memotong semesta
para peziarah masih merajut tali pusar—seperti kembali menemukan sunyi.

Cirebon, 2004/2011

ShareTweetSendShare
Redaksi

Redaksi

Tulisan Terkait

Tarekat, Doa, dan Perlawanan: Puisi-Puisi Yogi Abdul Gofur

Tarekat, Doa, dan Perlawanan: Puisi-Puisi Yogi Abdul Gofur

Yogi Abdul Gofur
16 November 2024
0

Sebuah Tarekat Dengan Nama Perlawanan Dor! Suara tembakan menggema di cakrawala peluru menembus lapisan cakrawala dan entah kemana....... Dor! Gerombolan...

Suara May Day

Suara May Day

Mastono ZM
7 Mei 2017
0

Cerita Dari "The Hand that will Rule The World", Sumber: opendemocracy.net Buruh Oleh: Mastono aku bahagia libur tiba aku bisa...

Sepucuk Puisi Berbau Darah Kebebasan

Sepucuk Puisi Berbau Darah Kebebasan

Sinta Ridwan
6 September 2016
1

Ilustrasi oleh Arut S. Batan Sepucuk Puisi Berbau Darah Kebebasan Teruntuk Om Udin Setelah senja menyelimuti langit di atas Watu...

Tanah Impian Tanah Kesadaran

Tanah Impian Tanah Kesadaran

A. Musawir
6 September 2016
1

Ilustrasi oleh Arut S. Batan Tanah Impian Tanah Kesadaran I "Siapakah yang mengajarkanmu hendak meracuni burung-burung pipit, menyingkirkan seisi sawah,...

Lainnya
Remang Jakarta

Remang Jakarta

Naguib Mahfouz: Tuhan Tidak Menciptakan Agama sebagai Klub Kebugaran

Naguib Mahfouz: Tuhan Tidak Menciptakan Agama sebagai Klub Kebugaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Islam Bergerak

Berikhtiar untuk memproduksi, mewadahi dan mendakwahkan diskursus keislaman progresif sekaligus menekankan komitmennya untuk selalu berpihak pada umat yang terzalimi.

© 2026 Islam Bergerak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Mukadimah
  • Editorial
  • Terbitan
    • Artikel
    • Islam Progresif
    • Wawancara
    • English
  • Program
  • Dukung

© 2026 Islam Bergerak