Browse By

Rumah Pasir

Ilustrasi Puisi Rumah Pasir oleh Arut S. Batan

Rumah Pasir
– karya Ahmad Syubbanudin Alwy*

Sepanjang tepi pantai utara—dan selat Jawa ke jazirah Madura
dengan gemuruh ombak dan gemerincing amis gerimis yang merana
gundukan rumah-rumah pasir dibangun untuk dihuni sepasang pengantin
seperti sebatang lilin, perahu-perahu berlayar ke puncak samudera yang lain
panji-panji semirang mencari tanah lapang yang berpusar di kedalaman matamu
tapi gugusan sawah—tanah garam yang membeku, ladang tebu, hutan bambu
berlepasan seperti runcing sembilu, menjadi tumpukan kertas dan kayu bakar

Dari kubah masjid, bayang-bayang senjakala mencair seperti belerang
aku lihat peta negeri disulut kembang api yang menyembur dari segala penjuru
ruas-ruas jalan dari keramaian kota, menyimpan pecundang serta desing peluru
juga taburan asap hitam, kata-kata yang semakin bising dalam lembaran kain
membentang dari pesisir rawa-rawa ke laut selatan, berkibar menjadi labirin
menutup patahan-patahan percakapan dan kemarahan yang membatu

Seperti iringan-iringan gagak dari camar, sepanjang tepi pantai utara itu
langit menyala, sirine ribuan ambulan menyalak, melumuri sesak jiwamu
dengan perasaan yang diperas, dengan retakan sisa keyakinan yang terpecah
aku pandangi foto sepasang pengantin yang tersenyum sedikit gelisah
lambaian tangan yang hampir pasrah, melukiskan gurat-gurat luka
ke arah mata angin, ke tahta rumah pasir yang licin, memotong semesta
para peziarah masih merajut tali pusar—seperti kembali menemukan sunyi.

Cirebon, 2004/2011
.

*Penyair Cirebon

Tinggalkan Balasan