Category: Terbitan

Artikel
Rizki Amalia Affiat

Developmentalisme, Otoritarianisme, dan Nasionalisme: Menggagas Studi Pembangunan Radikal di Indonesia (Bagian 2-Habis)

  Untuk membaca Bagian 1, silakan klik http://islambergerak.com/2018/11/developmentalisme-otoritarianisme-dan-nasionalisme-menggagas-studi-pembangunan-radikal-di-indonesia-bagian-1/ Studi Pembangunan Radikal: Struktural dan Politis Kondisi dan konstruksi ilmu-ilmu sosial di Indonesia memiliki sejarahnya pada hegemoni Orde Baru dalam reproduksi pengetahuan untuk memuluskan logika pembangunan. Kooptasi rezim pada aspek pendidikan ini merembes ke segala arah dan lapisan secara monolitik terutama sejak penghancuran masif dari gerakan kiri beserta segala hal yang dianggap terafiliasi

Read More
Artikel
Rizki Amalia Affiat

Developmentalisme, Otoritarianisme, dan Nasionalisme: Menggagas Studi Pembangunan Radikal di Indonesia (Bagian 1)

Bulan Oktober lalu, diiringi gegap gempita konferensi IMF/WB di Bali, judul artikel Tom Power di New Mandala cukup mencengangkan, ‘Jokowi’s Authoritarian Turn’. Dalam pembukanya, Power mengutip serentetan istilah yang disematkan para pengamat dan analis terhadap Jokowi sebagai presiden ‘developmentalis’, dengan ‘orientasi ideologi yang statis-nasionalis’ dan ‘anti-demokratik’, yang dianggap Power sebagai produk dari “sensitivitas politik yang sempit, daya pikir jangka pendek

Read More
Artikel
Andika Nur Perkasa

Memberi Jalan pada Penguasaan yang Adil: Telaah Kritis atas Gagasan Wakaf untuk Reforma Agraria dalam Sudut Pandang Tenaga Kerja

Ada sebuah gagasan yang yang terdengar cukup baru serta “asing” untuk merealisasikan gagasan reforma agraria di Indonesia. Dalam tulisan yang berjudul “Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria”, Shohibuddin memberikan suatu penyegaran ide, serta kemungkinan untuk mengambil “celah” atas mandeknya proses pendistribusian tanah di Indonesia setelah 50 tahun lebih dirumuskan. Mengacu pada dasar Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 dan didukung

Read More
Tabuh
Azhar Irfansyah

Bendera

Menjelang penggusuran kampung Bukit Duri, saya bersama kawan-kawan dari Islam Bergerak memutuskan untuk bermalam menemani warga. Ada seorang laki-laki berbadan tinggi-tegap, rambutnya tipis, menginap bersama kami di sanggar pinggir kali Ciliwung.  Ia tak banyak bicara, hanya menjawab seperlunya ketika ditanya.  Dari jawaban seperlunya itu ia mengaku jurnalis.  Tampangnya juga agak masam, dan garis-garis kaku wajahnya barangkali membuat beberapa orang urung

Read More