Puisi

Papua

Ahmad Syubbanudin Alwy, Penyair Cirebon -Victor C Mambore   Seperti memasuki negeri lain, waktu menyusun dentum maut nujum yang luput dari ritus pertempuran. Tetapi kau beringsut merengkuh gugusan kabut yang bersarang di denyut jantungmu teluk—juga selat—dan kubangan tanah leluhur lebam memburu kata-kata menjadi sayatan garis putih dan menggoreskan pahatan di pipi lelaki bermahkota bulu kasuari yang terseret ke...

Read more

Kuil Merah

Mungkin pohon-pohon pinus tua—beberapa batang cemara di seberang kuil merah yang atapnya hampir menyentuh udara kau berdiri seperti Budha, disepuh gerimis juga taburan salju lengkung langit menyimpan ritus dan tarian ke atas gurun berbatu kelokan tangga-tangga menyerupai tubuh panjang seekor naga yang melata ke tepi kolam. Puisiku bersemedi pada retakan cuaca kulihat, tanganmu menuliskan kata-kata mutiara di gigir...

Read more

Ia Seorang Bapa

Untuk: M.S sj Ia seorang bapa berambut putih bermata biru   orang-orang menganggapnya www.misacorindo.org seorang borjuis ya, seorang borjuis dari dunia pertama   tidak, ia seorang bapa pulang pergi jalan kaki kadang pula dengan vespa   ia seorang bapa tengah berjalan  sendiri ke puncak Golghota yang sunyi   Rawasari, 2008 Puisi pernah dimuat di...

Read more

Di Dalam Kereta

Di dalam kereta di sampingku duduk lelaki tua kita perbincangkan hal-hal biasa tak ada Tuhan, filsafat ataupun teori fisika   ia bercerita tentang isterinya, buruh tani yang takut bayangan sendiri, mimpi pun sepi seperti langit tanpa pelangi.   ia bercerita tentang ladang-ladang yang gersang karena panen tak lagi cukup memberi uang.   ia bercerita tentang Dusunnya, yang dipenuhi...

Read more
Page 3 of 4 1 2 3 4