Prosa

Lesung

Foto karya Wisnu Widiantoro (http://print.kompas.com/) Ibu Pertiwi, paring boga lan sandhang kang murakabi Peparing rejeki manungsa kang bekti Bu Pertiwi, Bu Pertiwi, sih sutresna ing sesami Bu Pertiwi, kang adil luhur ing budi Ayo sungkem mring Ibu Pertiwi Ingatan tentang cakepan gendhing ketawang Ibu Pertiwi memenuhi isi kepalaku. Kubiarkan ingatan itu mengambang ke atas, menuju...

Read more

Tarom

Matanya sembab memerah. Bola mata abu-abunya bergetar-getar menjalari langit-langit kelopak matanya. Jantungnya enggan berirama syahdu, semakin menggebu. Telinganya sedikit-sedikit bergerak tak mau tertinggal sepatah kata pun dari sumber suara itu. Suara bising tronton yang melintasi jalan rusak di seberang surau, membuatnya bergerak mendekatkan telinga ke sumber suara. Selepas mendengar khotbah suci itu, ia bergegas pulang. Seperti biasa, ia...

Read more

Mei Hwa

Catatan ini tentang seorang perempuan perkasa. Mei Hwa namanya. Tanpa nama marga. Kenapa? “Aku tak ingin dikenali siapa pun. Aku tak ingin dikenang siapa pun. Aku sudah mati bagi keluargaku,” ujar dia. Kenapa? “Aku menghilang, melenyapkan diri dari sejarah keluarga.” Mei Hwa – yang saya yakin bukan nama sebenarnya -- tinggal di sebuah rumah sewa di kawasan padat,...

Read more

Cara Mati Terhormat dan Bahagia

Pagi dengan cangkul tak mengayun, arit tidak menyabit. Petani tidak kemana-kemana karena sawah bukan milik mereka dan tak mungkin ditanami lagi. Sekeliling kampung mereka tanah menganga belasan meter. Isi perutnya diangkut truk-truk siang malam, bertahun-tahun. Nganga tanah terasering. Bagian dalamnya menyerap air sumur mereka. Sementara bagian atasnya bebatuan tanpa kehidupan. Sebagian petani itu dulu memiliki huma agak jauh...

Read more