Islam Bergerak
  • Beranda
  • Mukadimah
  • Editorial
  • Terbitan
    • Artikel
    • Islam Progresif
    • Wawancara
    • English
  • Program
  • Dukung
No Result
View All Result
Islam Bergerak
  • Beranda
  • Mukadimah
  • Editorial
  • Terbitan
    • Artikel
    • Islam Progresif
    • Wawancara
    • English
  • Program
  • Dukung
No Result
View All Result
Islam Bergerak

“Fokus kami ada pada upaya menghentikan genosida yang sedang berlangsung, bukan sekadar mengekspresikan simpati.”

Redaksi
29 Juni 2026
di Wawancara
Dibaca dalam 13 menit
A A
“Fokus kami ada pada upaya menghentikan genosida yang sedang berlangsung, bukan sekadar mengekspresikan simpati.”

Wawancara eksklusif dengan kolektif aktivis Australia yang melawan korporasi Toll Holdings

Di tengah genosida yang sedang berlangsung, kita menyaksikan kebangkitan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan publik Amerika terhadap keterlibatan AS dalam genosida di Gaza dan Iran, sebagaimana terlihat dari rendahnya tingkat persetujuan terhadap perang (di bawah 30%). Banyak yang memprotes kuatnya pengaruh Netanyahu dan lobi Zionis terhadap pemerintahan AS serta ambisi perang Trump dan Netanyahu. Bahkan setelah skandal berkas Epstein mengungkap praktik-praktik gelap mereka seperti perdagangan seks, pedofilia, penyiksaan, dan penyuapan bagi elite dunia (keluarga kerajaan, selebritas, politisi, akademisi), mesin propaganda selalu mengalihkan kesalahan kepada pihak-pihak yang melawan industri seksual yang rusak dan kompleks industri militer ini, dengan membingkai perlawanan yang sah sebagai “terorisme” atau “vandalisme”. AS, Israel, dan para pendukungnya berbicara tentang supremasi moral untuk melegitimasi skala besar penghancuran dan kejahatan perang terhadap Palestina dan Iran, serta menggunakan segala cara untuk mengendalikan narasi. Ini juga merupakan perang atas kesadaran manusia.

Salah satu perusahaan yang berada dalam poros kompleks industri militer ini adalah Toll Holdings. Perusahaan ini telah menyediakan rantai pasokan logistik untuk senjata-senjata genosida, dan sebagian dari senjata serta komponennya diproduksi di Australia. Ini mencakup perusahaan seperti Thales, salah satu produsen senjata terbesar di dunia, yang kemudian dikirim sebagai pasokan untuk militer AS.

Kami mewawancarai para aktivis dari Australia mengenai perjuangan heroik mereka untuk melawan. Untuk alasan keamanan, nama, identitas dan foto mereka tidak kami sertakan. 

Bisakah Anda menjelaskan kampanye “Toll Holdings Drives Genocide” terhadap Toll Holdings? Mulai dari latar belakang gerakan hingga tuntutan politik taktis dan strategisnya.

Kami adalah jaringan aksi langsung (direct action) yang terinspirasi oleh Palestine Action, sebuah organisasi berbasis di Inggris yang telah menyerang pabrik milik produsen drone Israel, Elbit Systems, sehingga menyebabkan tiga fasilitas Elbit ditutup. Tujuan kami adalah agar Toll Holdings, perusahaan logistik Jepang dan Australia, menghentikan kontraknya dengan perusahaan senjata swasta, militer Australia, dan Departemen Perang AS. Kami berbasis di Australia dan telah melakukan aksi internasional pertama kami di Inggris beberapa bulan lalu. Kami ingin memperluas kampanye ini ke seluruh dunia, terutama di Asia, di mana Toll memiliki pasar yang sangat menguntungkan. Anda dapat menemukan kami di tolldeath.noblogs.org.

Toll berkontribusi terhadap genosida melalui dua cara utama. Pertama, mereka mengangkut amunisi yang diproduksi di Australia sebagai “jalur pasokan kedua” bagi militer AS dan sekutunya, Israel. Ini termasuk peluru artileri 155 mm yang digunakan untuk menyerang warga Gaza. Memutus jalur pasokan ini sangat penting karena imperium AS sedang mengalami kelelahan akibat terlibat dalam banyak perang sekaligus dan mulai kehabisan amunisi. Jenis persenjataan yang menipis berubah-ubah: satu bulan peluru 155 mm, bulan berikutnya rudal interseptor. Mereka harus bergantung pada sekutu untuk mengisi kembali kapasitas mereka; jika tidak, mereka tidak dapat terus berperang. Oleh karena itu, menghentikan jalur pasokan ini akan memberikan dampak material langsung dan berpotensi menyelamatkan nyawa warga Palestina serta korban imperialisme lainnya di Selatan Global.

Toll juga menyediakan dukungan logistik bagi aset militer. Mereka memiliki kontrak bernilai miliaran dolar dengan Departemen Perang AS untuk mendukung kapal perang AS, termasuk kapal induk di Timur Tengah. “Logistik” mencakup banyak hal, mulai dari penyediaan senjata hingga air bersih dan fasilitas dasar di kapal, dan hal-hal ini diperlukan agar kapal seperti USS Gerald Ford dapat terus beroperasi dan melaksanakan serangan, termasuk di Iran. Bahkan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyatakan bahwa pusat logistik dan layanan yang mendukung kapal induk tersebut merupakan target potensial untuk serangan militer.

Kami ingin pasukan Amerika kehabisan amunisi dan kami ingin mereka dalam kekacauan. Jika kita memotong dukungan dari perusahaan seperti Toll Holdings, ini bisa terjadi. 

Sejauh ini, kampanye kami bersifat bawah tanah, dengan melakukan berbagai tindakan yang bertujuan merusak dan mengganggu operasional Toll Holdings, seperti merusak kantor, memutus kabel internet di fasilitas Toll, mengecat bagian dalam dan luar dengan cat merah, memblokir jalan dan fasilitas pelabuhan internasional yang digunakan oleh Toll, merusak kendaraan, memblokade kendaraan dengan api, serta membakar kantor Toll.

Ada banyak rekan di Indonesia yang ingin menghentikan Zionisme dan kekerasan imperialis. Sangat penting bagi gerakan di seluruh dunia untuk mengejar berbagai bentuk aksi terhadap perusahaan seperti Toll, agar kita dapat menghentikan tindakan yang dianggap berkontribusi pada genosida tersebut.

Prinsip apa yang dianut oleh gerakan ini?

Kami berdiri dalam solidaritas dengan hak masyarakat yang tertindas untuk memperjuangkan kebebasan mereka dengan segala cara yang mereka anggap perlu. Hal ini mencakup Hamas, Brigade Al-Qassam, perlawanan Palestina, serta bangsa pribumi (First Nations) yang berada dalam situasi pendudukan di Australia.

Terlepas dari sensor dan kriminalisasi, kami mengambil keputusan untuk secara khusus menampilkan bendera Hamas dalam seruan aksi global kami, sebagai bentuk dukungan simbolik kepada perlawanan bersenjata di Palestina. Kami menghormati para tokoh yang dianggap sebagai bagian dari perlawanan tersebut dan menolak apa yang kami anggap sebagai propaganda tentang kekejaman yang digunakan untuk membangun dukungan terhadap genosida.

Sebagai orang-orang yang berada dalam posisi relatif punya privilise di Barat dan pusat kekuatan global, kami juga menganut prinsip revolutionary defeatism. Alih-alih mengomentari apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat Palestina atau Iran, kami lebih menekankan kritik terhadap masyarakat kami sendiri dan mengambil tanggung jawab atas peran yang dimainkan oleh negara kami. Kami berkomitmen untuk menentang dan melemahkan kekuatan-kekuatan yang kami anggap menindas, yang disebarkan oleh Barat dan sekutunya di berbagai belahan dunia.

Baca Juga

Perselisihan Sejarah: Sebuah Dialog tentang Aktivisme dan Gerakan Kiri dalam Mendekolonisasi Asia

Perselisihan Sejarah: Sebuah Dialog tentang Aktivisme dan Gerakan Kiri dalam Mendekolonisasi Asia

20 September 2025
Dari Wasathiyyah ke Moderasi (Beragama): Wacana dan Relasi Kuasa

Dari Wasathiyyah ke Moderasi (Beragama): Wacana dan Relasi Kuasa

23 Maret 2025

Alih-alih mengomentari apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat Palestina atau Iran, kami lebih menekankan kritik terhadap masyarakat kami sendiri dan mengambil tanggung jawab atas peran yang dimainkan oleh negara kami.

Kami meyakini bahwa solidaritas harus terwujud dalam tindakan yang bersifat material. Slogan, gambar, dan simbol memang penting, tetapi tanpa keterkaitan dengan tindakan nyata, hal-hal tersebut tidak punya arti. Fokus kami adalah pada upaya menghentikan genosida yang sedang berlangsung, bukan sekadar mengekspresikan simpati.

Kita tahu bahwa bisnis persenjataan dan teknologi perang merupakan salah satu komoditas terbesar di AS dan Israel. Perang menjadi sarana untuk meraih keuntungan dan akumulasi kapital. Oleh karena itu, integrasi antara perjuangan anti-imperialis dan anti-kapitalis menjadi tidak terelakkan. Bagaimana Anda melihat perjuangan anti-kapitalis dan kelas pekerja?

Anti-imperialisme adalah anti-kapitalisme pada tingkat global, yakni aksi bagi kelas pekerja global. Kapitalisme membutuhkan komoditas untuk diperdagangkan, dan imperialisme mengubah kehidupan itu sendiri menjadi komoditas. Hal ini terlihat dari bagaimana Toll mengekstraksi keuntungan dengan secara logistik memungkinkan kematian warga Palestina, Iran, Lebanon, dan lainnya.

Imperialisme merupakan bentuk perang kelas. Melalui sanksi, hambatan perdagangan, dan perbedaan upah—semuanya didukung oleh kekuatan militer—imperialisme membentuk ekonomi dunia sedemikian rupa sehingga masyarakat di Global Utara dapat “mengonsumsi” kehidupan masyarakat di Global Selatan. Kehidupan yang relatif nyaman dan layanan sosial di negara seperti Australia dibayar melalui ekstraksi, kematian, dan pemendekan harapan hidup orang-orang di tempat lain.

Sayangnya, saat ini tidak ada gerakan anti-imperialis yang signifikan dari kelas pekerja terorganisir di Barat. Bahkan, serikat buruh di Australia terus memproduksi senjata untuk kepentingan Zionis, termasuk peluru dan bom yang diangkut oleh Toll Holdings. Para pemimpin serikat bahkan disebut telah bekerja sama dengan aparat kontra-terorisme untuk menekan para aktivis yang menyerukan embargo senjata terhadap Israel.

Contoh lain bagaimana kapitalisme dan imperialisme berjalan beriringan adalah melalui komodifikasi dan keuntungan dari arus migran global. Australia memiliki kebijakan “kemanusiaan” yang terkenal keras, dengan menahan pengungsi selama bertahun-tahun di kamp luar negeri—termasuk mereka yang melarikan diri dari perang yang dimulai oleh AS dan sekutunya, Australia. Imperialisme juga menciptakan skema migrasi tenaga kerja yang eksploitatif, dengan lebih dari 9 juta orang Indonesia saat ini bekerja di luar negeri dalam kondisi yang berat.

Toll Holdings memiliki kontrak besar untuk meraih keuntungan dari arus migran dan pengungsi. Perusahaan ini menghasilkan miliaran dolar melalui pengelolaan program yang disebut sebagai program kemanusiaan Australia, termasuk melalui kantor-kantor di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara (Yordania, Kenya, dan Thailand).

Sudah saatnya muncul kembali semangat Bandung baru untuk melawan pos-pos imperialisme dan kolonialisme ini, yang dalam konteks ini terwujud dalam perusahaan seperti Toll Holdings.

Bagaimana Toll Holdings, AS, dan Israel saling terkait dalam jaringan kekuasaan imperial dan kolonial?

Toll Holdings, AS, dan Israel saling terhubung dalam jaringan aliansi yang mendukung imperialisme AS. Toll secara langsung memasok kebutuhan militer Israel dan AS melalui pengangkutan bom, peluru, dan dukungan bagi kapal perang. Perusahaan ini juga berkontribusi secara finansial terhadap kekuatan AS melalui aktivitas perdagangan sipil yang menopang pengeluaran militer.

Toll juga merepresentasikan bentuk konkret dari aliansi AS–Jepang, di mana kapital Jepang dan negara (Toll dimiliki sebagian oleh pemerintah Jepang) bersatu untuk mendukung kekuatan imperial dan kolonial. Seiring Jepang semakin muncul sebagai mitra AS dalam konflik bersenjata dengan Iran, keterkaitan ini dianggap menjadi semakin penting.

Toll merupakan bagian dari proyek remiliterisasi Jepang. Awalnya perusahaan Australia ini diakuisisi oleh Japan Post dalam proyek yang dipromosikan oleh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Japan Post ingin memiliki bisnis logistik untuk memperluas pasar di Asia. Diperkirakan bahwa masyarakat Asia, termasuk Indonesia, akan bersikap waspada karena sejarah kekerasan militer Jepang pada Perang Dunia II, sehingga akuisisi perusahaan Australia dianggap dapat memberikan “perlindungan citra” bagi ekspansi tersebut.

Ini relevan karena kita berbicara tentang perusahaan yang secara langsung terlibat dalam rantai distribusi perlengkapan militer. Bukan hanya persoalan kekerasan di masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana aktor-aktor dengan ideologi tertentu memperoleh akses terhadap aliran perangkat militer pada masa kini.

Dalam konteks ini, Toll menjadi rentan, karena di satu sisi terlibat dalam jaringan yang mendukung kekuatan militer AS, Israel, dan remiliterisasi Jepang, sementara di sisi lain bergantung pada pasar di Indonesia, Cina, dan Asia Tenggara—wilayah di mana banyak masyarakat memiliki sikap kritis terhadap imperialisme AS, Zionisme, dan remiliterisasi Jepang.

Kontradiksi ini dianggap sulit untuk dipertahankan, dan menjadikan Toll sebagai target yang dilihat strategis oleh gerakan anti-imperialis dalam konteks saat ini.

Langkah-langkah yang telah Anda lakukan dalam perjuangan ini mencakup boikot hingga tindakan konfrontatif (menghancurkan infrastruktur yang dianggap mendukung genosida, protes, pendudukan, dll.). Apakah ada jalur litigasi atau hukum yang sedang ditempuh?

Saat ini, kami adalah jaringan aksi langsung yang bersifat bawah tanah. Kami mengandalkan aksi langsung, bukan jalur hukum.

Kami mendukung upaya hukum yang ditempuh oleh pihak-pihak yang dianggap sebagai bagian dari perlawanan, termasuk kasus yang diajukan di pengadilan Australia untuk menghapus status Hamas dari daftar organisasi teroris. Pernyataan solidaritas dan video kami tersedia secara daring di sini.

Sistem hukum di Australia dipandang tidak mendukung aksi terkait Palestina. Di beberapa negara bagian, bahkan frasa seperti “from the river to the sea” telah dikriminalisasi.

Kami juga tertarik untuk mendorong tindakan hukum terhadap Toll Holdings di luar Australia. Sebagai contoh, Cina telah membatasi ekspor rare earth yang digunakan untuk produksi senjata ke AS, serta memblokir ekspor barang fungsi-ganda atau “dual-use” (militer dan sipil) ke sejumlah perusahaan Jepang yang terlibat dalam remiliterisasi Jepang. Aset Toll termasuk dalam kategori “dual-use”, karena truk, gudang, bahan bakar, dan sistem IT mereka digunakan untuk mengangkut persenjataan serta mendukung kapal perang AS dan Australia. Jadi kenapa masih ada keberlanjutan operasi perusahaan seperti Toll di Cina?

Kami juga tertarik dengan penggunaan hukum agama. Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa agar umat Islam menghindari produk dan perusahaan yang dianggap terkait dengan Israel. Berdasarkan pandangan tersebut, Toll Holdings diyakini perlu dihindari. Karena perusahaan ini sebagian dimiliki oleh pemerintah Jepang, muncul pula seruan untuk memperluas boikot terhadap produk dan entitas yang berafiliasi dengan Jepang.

Baik melalui hukum agama maupun hukum sipil, kami menyerukan kepada para kamerad di Asia untuk meningkatkan tekanan terhadap Toll Holdings, termasuk melalui upaya pembatasan atau penolakan operasi perusahaan tersebut di berbagai negara.

Salah satu cara para aktivis ini menginterupsi perangkat Toll Holdings. Foto eksklusif untuk Islam Bergerak.

Apa pandangan Anda tentang Board of Peace yang baru-baru ini dibentuk oleh Donald Trump? Sebuah organisasi yang tampak seperti upaya perdamaian, tetapi dianggap memiliki agenda ekonomi-politik kapitalis terkait bisnis real estat Gaza baru.

Board of Peace adalah proyek neokolonial. Sangat disayangkan bahwa negara-negara seperti Indonesia dianggap turut melegitimasinya, terutama mengingat dukungan luas masyarakat terhadap Palestina, serta insiden di mana pasukan perdamaian PBB asal Indonesia menjadi korban dalam konflik di Lebanon Selatan.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak cukup hanya berharap para politisi akan “melakukan hal yang benar” dan benar-benar mewakili kepentingan masyarakat. Penting membangun kekuatan sendiri melalui aksi dari bawah, termasuk dengan menargetkan perusahaan seperti Toll Holdings.

Invasi AS dan Israel ke Iran menyebabkan kehancuran besar dan ribuan kematian. Iran bukan satu-satunya. Jauh sebelum ini, Israel juga aktif menyerang Lebanon dan melakukan genosida terhadap warga Palestina, sementara AS melakukan invasi ilegal ke Venezuela. Bagaimana strategi kampanye terhadap Toll Holdings ini berkontribusi dalam menggoyahkan dan membongkar impunitas AS dan Israel di hadapan hukum internasional?

Tuntutan dalam kampanye kami dianggap adil, masuk akal, dan sejalan dengan hukum internasional. Mahkamah Internasional (ICJ) telah memerintahkan negara-negara untuk “mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah kejahatan internasional yang sedang berlangsung, termasuk dengan memberlakukan embargo senjata yang komprehensif terhadap Israel.”

Jika keadilan tidak ditegakkan dari atas, maka gerakan yang terdiri dari orang-orang seperti kita memiliki tanggung jawab untuk menciptakannya dari bawah.

Tuntutan dalam kampanye kami dianggap adil, masuk akal, dan sejalan dengan hukum internasional. Mahkamah Internasional (ICJ) telah memerintahkan negara-negara untuk “mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah kejahatan internasional yang sedang berlangsung, termasuk dengan memberlakukan embargo senjata yang komprehensif terhadap Israel.”

Bagaimana hubungan gerakan Anda dengan gerakan boikot transnasional lainnya?

Kami berupaya menghubungkan gerakan aksi langsung dengan gerakan boikot transnasional. Sudah ada preseden untuk hal ini, misalnya, kampanye Palestine Action terhadap Elbit Systems di Israel beriringan dengan ancaman boikot terhadap Family Mart di Malaysia, yang diprakarsai oleh rekan-rekan Palestina di Jepang. Perusahaan induk Family Mart, Itochu, sebelumnya berencana bekerja sama dengan Elbit, namun kemudian membatalkan kerja sama tersebut.

Perusahaan dan produk Jepang apa saja yang aktif di Indonesia? Jika masyarakat Indonesia dan dunia dapat melakukan boikot terhadap Toll Holdings dan pemegang sahamnya, pemerintah Jepang, maka dukungan terhadap tindakan yang dianggap sebagai genosida dapat diputus.

Di mana gerakan ini sudah hadir? Apa sudah ada di Indonesia? Bagaimana gerakan serupa dapat mengadaptasi strategi dan taktik kampanye mereka di konteks negara lain tempat perusahaan-perusahaan Israel yang mendukung kekerasan telah beroperasi?

Aksi yang dipublikasikan sejauh ini telah berlangsung di Australia dan Inggris. Kami memiliki pendukung di berbagai negara, termasuk di Asia Tenggara dan Timur Tengah, namun untuk saat ini kami belum dapat mengungkapkan secara spesifik di mana saja.

Gerakan di berbagai belahan dunia memiliki keterampilan dan kapasitas yang berbeda-beda. Sebagai contoh, kami mencatat bahwa kelompok peretas Iran, Handala, melakukan serangan siber terhadap organisasi yang terkait dengan Israel dan AS. Kami juga melihat bahwa Toll Holdings memiliki kerentanan terhadap serangan siber, mengingat perusahaan ini pernah mengalami kerugian signifikan akibat dua pelanggaran keamanan pada tahun 2020.

Sejauh ini, unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam gerakan Anda? Misalnya, gerakan masyarakat sipil, kelas pekerja, atau gerakan mahasiswa?

Di Australia, kami merupakan jaringan bawah tanah yang menjadi sasaran pengawasan aparat kontra-terorisme. Oleh karena itu, kami tidak secara terbuka mengungkap identitas anggota kami, selain menyatakan bahwa kami berasal dari berbagai latar belakang kehidupan.

Prinsipnya, siapa pun yang melakukan tindakan yang mereka anggap sebagai bentuk perjuangan pembebasan dan menentang aktivitas Toll Holdings dapat dianggap sebagai bagian dari jejaring solidaritas ini.

Bagaimana kita menghubungkan perjuangan pembebasan di pusat imperial dengan yang ada di Global Selatan, dan saling mendukung satu sama lain?

Kampanye kami terhadap Toll Holdings merupakan sebuah eksperimen untuk membangun koneksi konkret antara perjuangan-perjuangan tersebut. Kami ingin mengoordinasikan kampanye aksi langsung di pusat imperial dengan aksi-aksi di Global Selatan, yang berfokus pada target yang sama sehingga dapat “memusatkan kekuatan yang lebih unggul untuk menghancurkan kekuatan musuh,” sebagaimana dikatakan Mao Zedong.

Seperti apa bentuk konkretnya masih perlu dipelajari seiring berjalannya waktu. Hal itu hanya dapat ditentukan melalui keterlibatan dalam perjuangan nyata dan praktik di lapangan.

Kami akan berjuang di tempat kami berada dan kalian harus berjuang di tempat kalian berada, tetapi kita berjuang bersama.

Apa tantangan yang Anda hadapi dalam mengorganisasi gerakan di pusat imperial?

Di pusat imperial, tidak banyak dukungan massa terhadap aksi anti-imperialis. Oleh karena itu, untuk terhubung dengan massa, diperlukan upaya menjangkau lebih luas ke tempat-tempat lain—ke Indonesia, ke Asia. Sejauh yang kami ketahui, belum ada yang melakukan ini sebelumnya. Mari kita lakukan bersama.

Apa pesan Anda untuk masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda?

Kami akan berjuang di tempat kami berada dan kalian harus berjuang di tempat kalian berada, tetapi kita berjuang bersama.

Kami berharap kalian dapat mengambil pelajaran dari pengalaman kami, menerapkannya dalam konteks kalian sendiri, dan melangkah lebih jauh lagi. Kami juga berharap dapat berkoordinasi dengan kalian dalam proses tersebut.

Dan mari kita hadapi Toll Holdings bersama!

[Catatan: foto-foto ini dikirim secara eksklusif untuk Islam Bergerak. Kami tidak memegang hak cipta untuk penyebarluasannya].

Tags: Genosidagerakan perlawanankapitalismePalestinaTransnasional
ShareTweetSendShare
Redaksi

Redaksi

Tulisan Terkait

Perselisihan Sejarah: Sebuah Dialog tentang Aktivisme dan Gerakan Kiri dalam Mendekolonisasi Asia

Perselisihan Sejarah: Sebuah Dialog tentang Aktivisme dan Gerakan Kiri dalam Mendekolonisasi Asia

Fadiah Nadwa Fikridan6 lainnya
20 September 2025
0

Di Selatan Global, penulisan sejarah adalah laku perlawanan. Narasi teleologis tentang dekolonisasi telah menempatkan negara dan pemimpin otoriter sebagai aktor...

Dari Wasathiyyah ke Moderasi (Beragama): Wacana dan Relasi Kuasa

Dari Wasathiyyah ke Moderasi (Beragama): Wacana dan Relasi Kuasa

Redaksi
23 Maret 2025
0

Pengantar Redaksi “Islam moderat” menjadi istilah yang politis dan sarat kepentingan dalam penggunaan serta praktiknya beberapa dekade belakang. Ia menjadi...

Bersama Gaza: Solidaritas Global dan Memaknai Ulang Umat Transnasional

Bersama Gaza: Solidaritas Global dan Memaknai Ulang Umat Transnasional

Redaksi
9 September 2024
0

Wawancara dengan Aisha Hasan. Hampir setahun sudah berlalu serangan 7 Oktober oleh Hamas yang menjadi awal baru dari fase genosida...

Krisis Kaum Mustadh’afin: Ada Sokongan Internasional dan Rancangan Besar untuk Merampas Tanah dan Membasmi Rohingya

Krisis Kaum Mustadh’afin: Ada Sokongan Internasional dan Rancangan Besar untuk Merampas Tanah dan Membasmi Rohingya

Redaksi
19 Desember 2023
0

Wawancara Shadia Marhaban Pengantar redaksi Arus pengungsi Rohingya kembali menghampiri wilayah Indonesia. Sayangnya, respons negatif sebagian masyarakat Indonesia di media...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berikhtiar untuk memproduksi, mewadahi dan mendakwahkan diskursus keislaman progresif sekaligus menekankan komitmennya untuk selalu berpihak pada umat yang terzalimi.

© 2026 Islam Bergerak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Mukadimah
  • Editorial
  • Terbitan
    • Artikel
    • Islam Progresif
    • Wawancara
    • English
  • Program
  • Dukung

© 2026 Islam Bergerak