Browse By

Tag Archives: PKI

Mengoreksi Cara Berpikir Kaum Orbais Melihat Komunis

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya

Islam Memandang Rekonsiliasi 1965

Palu dan celurit. Hingga kini dalam pikiran masyarakat awam, kedua gambar menyilang itu telah cukup menggambarkan betapa kejamnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Seolah-olah palu untuk memartil kepala para jenderal dan celurit untuk memburaikan isi perut mereka. Bukan hanya orang-orang awam yang tidak mengenyam pendidikan sama

NU di Masa 65 (Bagian 1) [i]

 (Tanggapan Atas Buku Putih, “Benturan NU-PKI 1948-1965”) “Pengertian rekonsilasi yang benar adalah mengharuskan adanya pemeriksaan tuntas oleh pihak pengadilan, kalau bukti-bukti yang jelas masih dapat dicari. Di sinilah letak keadilan yang harus ditegakkan di Bumi Nusantara. Belum tentu orang-orang yang dituduh komunis bersalah sehingga akhirnya

Memahami Kembali Peran NU pada Detik-Detik September-Oktober 1965

Draft pendek ini dilatari oleh keingintahuan atas pertanyaan yang sekian lama mengganggu penulis: Bagaimana kronologi peristiwa yang terjadi pada akhir September dan awal Oktober, ketika NU (Nahdlatul Ulama) mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut pembubaran PKI dan organ-organnya dan menyerukan keterlibatan umat Islam untuk mendukung ABRI