Rahim

Intelektualitas, Feminitas dan Revolusi: Tiga Dimensi Agensi dari Aisyah binti Abu Bakar (Bagian I)

Agensi yang ditunjukkan Aisyah adalah semata untuk membela apa yang ia percayai sebagai kebenaran nilai Islam, bukan untuk misi melawan patriarki.   Kita perjelas konteksnya disini: keberadaan masyarakat patriarkal telah jauh mendahului kelahiran kapitalisme. Pada kemunculannya di abad ke-7 M di Arab, Islam membangun fondasi masyarakat egaliter dimana tidak ada institusi hirarkis atas kelas maupun gender, di tengah...

Read more

Dari Feminisme Islam ke Islam Tanpa Feminisme: Suatu Pemetaan Awal

Suatu hari Nawal El Saadawi berjumpa dengan seorang perempuan Inggris yang hendak menulis buku tentang Muslim feminis di Timur Tengah. Nawal El Saadawi menegaskan padanya, “Saya bukan seorang Muslim feminis dan saya tinggal di Mesir, Afrika Utara, bukan di Timur Tengah.” Dua puluh tahun kemudian, keduanya bertemu kembali. Kali ini sang perempuan Inggris sudah memeluk Islam dan memakai...

Read more

Memijakkan Feminisme melalui Materialisme Historis: Tawaran untuk Islam Progresif

Sejak tahun 2000,  50 juta perempuan di negara mayoritas Muslim telah memasuki pasar kerja. Pada 2015 angka ini naik hingga tiga kali lipat sehingga menambah total 155 juta perempuan yang bekerja di dunia Muslim, hampir separuh jumlah laki-laki sebesar 342 juta. Para perempuan ini mengisi 31 persen tenaga kerja di dunia Islam, termasuk di antaranya adalah kalangan terdidik...

Read more

Perempuan dalam Budaya Patriarki: Menengok Kembali Pemikiran Nawal el Saadawi

“Sepanjang sejarah manusia, patokan dan nilai-nilai keagamaan telah dibentuk oleh ekonomi. Penindasan perempuan dalam masyarakat pada gilirannya adalah penindasan sebuah struktur ekonomi yang dibangun di atas kepemilikan tanah, sistem pewarisan, dan asal-usul serta keluarga patriarkal sebagai sebuah unit sosial. Namun, kendati demikian, masih banyak para penulis dan analis hari ini yang menyatakan bahwa agama adalah sebab utama,” -...

Read more
Page 1 of 2 1 2