Rahim

Dari Feminisme Islam ke Islam Tanpa Feminisme: Suatu Pemetaan Awal

Suatu hari Nawal El Saadawi berjumpa dengan seorang perempuan Inggris yang hendak menulis buku tentang Muslim feminis di Timur Tengah. Nawal El Saadawi menegaskan padanya, “Saya bukan seorang Muslim feminis dan saya tinggal di Mesir, Afrika Utara, bukan di Timur Tengah.” Dua puluh tahun kemudian, keduanya bertemu kembali. Kali ini sang perempuan Inggris sudah memeluk Islam dan memakai...

Read more

Memijakkan Feminisme melalui Materialisme Historis: Tawaran untuk Islam Progresif

Sejak tahun 2000,  50 juta perempuan di negara mayoritas Muslim telah memasuki pasar kerja. Pada 2015 angka ini naik hingga tiga kali lipat sehingga menambah total 155 juta perempuan yang bekerja di dunia Muslim, hampir separuh jumlah laki-laki sebesar 342 juta. Para perempuan ini mengisi 31 persen tenaga kerja di dunia Islam, termasuk di antaranya adalah kalangan terdidik...

Read more

Perempuan dalam Budaya Patriarki: Menengok Kembali Pemikiran Nawal el Saadawi

“Sepanjang sejarah manusia, patokan dan nilai-nilai keagamaan telah dibentuk oleh ekonomi. Penindasan perempuan dalam masyarakat pada gilirannya adalah penindasan sebuah struktur ekonomi yang dibangun di atas kepemilikan tanah, sistem pewarisan, dan asal-usul serta keluarga patriarkal sebagai sebuah unit sosial. Namun, kendati demikian, masih banyak para penulis dan analis hari ini yang menyatakan bahwa agama adalah sebab utama,” -...

Read more

Politik Perempuan Independen: Refleksi untuk  International Women’s Day (IWD) 2019 

Lanskap Historis: Perdebatan Awal Dalam tulisan dan pidato para feminis sosialis akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20—khususnya di Eropa—hampir semua menyoroti persoalan hak pilih bagi perempuan (women’s suffrage). Persoalan ini memang hampir memenuhi seluruh ruang perdebatan gerakan perempuan kala itu—sosialis vis- à-vis borjuis. Bagian awal berikut juga akan menyoroti lintasan perdebatan tersebut secara singkat. Hal ini penulis...

Read more
Page 1 of 2 1 2