Browse By

Remang Jakarta

Ahmad Syubbanudin Alwy, Penyair Cirebon   sepotong pagi dipenuhi bercak darah, mengetuk hati yang terluka merayu pilu dengan sedikit erang kesakitan, menyayat serai airmata kemudian lantai basah, dinding kamar gundah, jalan-jalan terbelah dari ufuk jiwaku barikade, sobekan kertas pemilu, plastik sampah berserakan—juga selebaran gelap, foto

Rumah Pasir

Rumah Pasir – karya Ahmad Syubbanudin Alwy* Sepanjang tepi pantai utara—dan selat Jawa ke jazirah Madura dengan gemuruh ombak dan gemerincing amis gerimis yang merana gundukan rumah-rumah pasir dibangun untuk dihuni sepasang pengantin seperti sebatang lilin, perahu-perahu berlayar ke puncak samudera yang lain panji-panji semirang

Papua

Ahmad Syubbanudin Alwy, Penyair Cirebon -Victor C Mambore   Seperti memasuki negeri lain, waktu menyusun dentum maut nujum yang luput dari ritus pertempuran. Tetapi kau beringsut merengkuh gugusan kabut yang bersarang di denyut jantungmu teluk—juga selat—dan kubangan tanah leluhur lebam memburu kata-kata menjadi sayatan garis