Browse By

BTI dan Warisan-Warisannya

Memperingati Hari Lahir BTI dan Kongres Petani Indonesia Pertama Sekilas Awal Sejarah BTI Tak seperti Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia), Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), atau Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia),[1] BTI (Barisan Tani Indonesia) bersama dengan SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakyat, dan CGMI (Consentrasi

Pengantar Memahami Problem dan Konflik Agraria di Jawa Timur

Aksi Hari Tani dengan tuntutan “tanah untu rakyat”, “adili perampas tanah rakyat”, dan “bebaskan pejuang agraria”. Kredit gambar: kpa.or..id Indonesia memiliki luas daratan sekitar 192 juta hektar, dan berdasarkan rencana tata ruang nasional, sekitar 67 juta hektarnya (35%) akan diperuntukkan sebagai kawasan lindung, sementara sisanya,

Oligarki dalam Kerangka Subjek Zizekian dan Populisme Kiri sebagai Opsi Dekonstruksi Oligarki di Indonesia

“Lebih mudah membayangkan kejatuhan negara daripada kehancuran kapitalisme”, demikian isi salah satu komentar Zizek dalam wawancara yang dipandu Anja Steinbauer[1]. Alih-alih menjadi akar pelbagai krisis, kapitalisme malah ditematisasi sang filsuf sebagai fenomena ontologis dan solusi bagi seluruh tatanan masyarakat. Beberapa dekade sebelum Zizek mengemukakan tesisnya,