Browse By

Category Archives: Kritik

Developmentalisme, Otoritarianisme, dan Nasionalisme: Menggagas Studi Pembangunan Radikal di Indonesia (Bagian 2-Habis)

  Studi Pembangunan Radikal: Struktural dan Politis Kondisi dan konstruksi ilmu-ilmu sosial di Indonesia memiliki sejarahnya pada hegemoni Orde Baru dalam reproduksi pengetahuan untuk memuluskan logika pembangunan. Kooptasi rezim pada aspek pendidikan ini merembes ke segala arah dan lapisan secara monolitik terutama sejak penghancuran masif

Developmentalisme, Otoritarianisme, dan Nasionalisme: Menggagas Studi Pembangunan Radikal di Indonesia (Bagian 1)

Bulan Oktober lalu, diiringi gegap gempita konferensi IMF/WB di Bali, judul artikel Tom Power di New Mandala cukup mencengangkan, ‘Jokowi’s Authoritarian Turn’. Dalam pembukanya, Power mengutip serentetan istilah yang disematkan para pengamat dan analis terhadap Jokowi sebagai presiden ‘developmentalis’, dengan ‘orientasi ideologi yang statis-nasionalis’ dan

Memberi Jalan pada Penguasaan yang Adil: Telaah Kritis atas Gagasan Wakaf untuk Reforma Agraria dalam Sudut Pandang Tenaga Kerja

Ada sebuah gagasan yang yang terdengar cukup baru serta “asing” untuk merealisasikan gagasan reforma agraria di Indonesia. Dalam tulisan yang berjudul “Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria”, Shohibuddin memberikan suatu penyegaran ide, serta kemungkinan untuk mengambil “celah” atas mandeknya proses pendistribusian tanah di Indonesia setelah 50

Menggenapi Wakaf dengan Perspektif Gender dan Kelas

Sebuah apresiasi kritis untuk tulisan Mohamad Shohibuddin, “Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria”. Menjelang enam dekade setelah terbitnya UU Pokok Agraria No. 5/1960 dan UU No.56/1960 yang mengamanatkan Land Reform, bisa dibilang belum ada perkembangan berarti dari implementasi regulasi ini. Sempat coba didorong pelaksanaannya melalui aksi-aksi