Browse By

Category Archives: Kritik

Menggenapi Wakaf dengan Perspektif Gender dan Kelas

Sebuah apresiasi kritis untuk tulisan Mohamad Shohibuddin, “Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria”. Menjelang enam dekade setelah terbitnya UU Pokok Agraria No. 5/1960 dan UU No.56/1960 yang mengamanatkan Land Reform, bisa dibilang belum ada perkembangan berarti dari implementasi regulasi ini. Sempat coba didorong pelaksanaannya melalui aksi-aksi

Kampung Kota dalam Perencanaan Kita

Sebagai seorang yang lahir dan tumbuh di desa, hidup bertahun-tahun di wilayah perkotaan  seperti Jakarta  memberikan kesadaran baru bagi saya. Di kota juga terdapat permasalahan yang sama menyedihkannya di desa dalam wujud yang tidak jauh berbeda—kemiskinan, ketiadaan akses, diskriminasi—dan  beragam bentuk kerentanan lain dialami oleh

Menyoal “Jihadis Kelas Menengah”

Masihkah ada yang tersisa untuk diperbincangkan dari rangkaian teror bom di Indonesia? Tentu banyak. Salah satunya adalah pandangan tentang “tren jihadis yang muncul di kalangan kelas menengah” dan oleh karenanya membantah tesis “kemiskinan sebagai akar terorisme”. Hal ini dapat dilihat misalnya dalam artikel berjudul “Tren

Mencermati Praktik Ekoturisme Masyarakat Pulau Komodo-Flores Barat-NTT

Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) gencar menjadi kampanye global dalam beberapa dekade belakangan ini. Pembangunan arus utama dengan spirit dasar mengupayakan pertumbuhan ekonomi dituding mengabaikan aspek keberlanjutan dari pembangunan itu sendiri dalam banyak aspek. Mulai dari pengabaian terhadap kelestarian lingkungan hidup hingga pengingkaran akan pelembagaan spirit-spirit