Browse By

Category Archives: Editorial

Seandainya Salim Kancil Hidup di Zaman Nabi

Selepas peristiwa berdarah 65, kekejian demi kekejian seolah-olah menjadi lumrah di Indonesia. Berbagai kasus pelanggaran HAM terjadi berulang-ulang. Gereja-gereja dibakar, Jemaat Ahmadiyah diserang, Syiah diusir dari kampung halamannya, buruh-buruh diintimidasi ketika menuntut hak-haknya, petani dijarah tanahnya oleh korporasi dan tentara. Seperti tak cukup, beberapa hari

Memahami Progresifnya Muhammadiyah

Muhammadiyah melakukan terobosan “progresif” dengan keberhasilannya mendorong pembatalan UU Nomor 7/2004 tentang sumber daya air, yang memunculkan suatu konsepsi baru, di tengah krisis dogma-dogma neoliberal, mengenai air sebagai sumber daya yang harus dimiliki bersama, alih-alih menjadi properti privat yang dikomodifikasi bagi kepentingan pasar. Langkah ini,

Rohingya dan Krisis Kosmopolitanisme

Lebih dua abad setelah Immanuel Kant menuliskan risalahnya, Perdamaian Abadi, pada 1795, dunia belum berhasil menegakkan apa yang disebut Kant “syarat-syarat bagi keramahtamahan universal” (conditions of universal hospitality), yaitu hak seseorang untuk diterima dan diperlakukan secara manusiawi di negeri orang lain, tanpa kebencian, fobia, dan

Pergerakan Menyongsong 2015

Esok kita mesti menemukan isyarat-isyarat, mengurai lanskap, merancang rencana, di halaman ganda helai hari dan kertas kerja.   Esok, kita mesti menemukan, sekali lagi, kenyataan dunia ini.  – Octavio Paz, “1 Januari” Salah satu fatamorgana dari perubahan tahun baru adalah bahwa segalanya akan berubah lebih