Browse By

All posts by Gde Dwitya

Pesimisme Otak, Optimisme Kemauan*

–ajarn Ben, scholar. Dalam ulasannya atas novel Raymond Lefebvre yang terbit di tahun 1920, Le Sacrifice d’Abraham, Raymond Rolland, sang intelektual Prancis,[1] memuji Lefebvre lewat seuntai frasa yang begitu brilian: “But what I especially love in Raymond Lefebvre is this intimate alliance—which for me makes