Browse By

Dialektika dan Sejarah: Di Balik Agenda Perdamaian Partai Komunis Israel

Pamflet Partai Komunis Israel yang menyerukan persatuan dan persaudaraan kelas pekerja lintas sekat ras, etnis, gender, dan suku bangsa. Kredit gambar: 21centurymanifesto.wordpress.com.

Diterjemahkan oleh Khalid Syaifullah dari artikel berjudul “The Internal Historical-Dialectics Process behind Peace Advocating Agenda of Israeli Communist Party”.

Pendahuluan

MAKI, singkatan dari HaMiflega HaKomunistit HaYisraelit (Partai Komunis Israel), merupakan sebuah partai politik di Israel. MAKI didirikan sebagai Rakah, singkatan dari Reshima Komunistit Hadasha (New Communist List) pada tahun 1965 menyusul perpecahan internal di tubuh MAKI lama (original MAKI) (lihat tabel 1.1 mengenai kronologi nama partai). MAKI yang baru (modern MAKI) merupakan bagian Hadash sebagai koalisi politik, dan HADASH merupakan bagian dariJoin List sebagai koalisi nasional untuk membangun posisi politik pada pemilihan umum (pemilu) 2015.

Sebagai sebuah partai politik yang beroperasi di wilayah Israel, keberadaan MAKI sangat dipengaruhi oleh konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Dalam menghadapi konflik, MAKI seringkali mendukung koeksistensi damai (peaceful coexistence) antara bangsa Yahudi dan Arab. Sebagaimana ditulis dalam pernyataan resmi kongres partai yang ke-24, “Di negeri ini, hanya ada satu Komunis, yakni yang menawarkan politik bangsa Yahudi-Arab yang sesungguhnya untuk menggantikan cara politik yang memisahkan keduanya. Sepertileluhur kami, perjuangan melawan nasionalisme terus berlanjut. Kami tetap menganggap pembagian yang utama bukanlah pembagian antara Yahudi dan Arab, melainkan antara mereka yang memiliki kepentingan dalam mengeksploitasi kelas sosial dan mereka yang ingin mengubahnya.”[1] Para aktivis MAKI secara aktif terlibat dalam berbagai kampanye damai. Pada tahun 2006, dengan HADASH, MAKI melakukan demonstrasi menentang Perang Lebanon.[2] Di tahun 2011, MAKI juga mendukung diakuinya Palestina sebagai anggota PBB, dengan menyatakan bahwa “masuknya Palestina sebagai anggota PBB merupakan kontribusi penting bagi perdamaian.”[3] Partai ini juga menentang rencana kontroversial yang melarang pekerja Palestina untuk menaiki jalur bus yang sama dengan para penduduk di Wilayah Palestina yang Diokupasi (OPT) di Tepi Barat.[4] Namun MAKI juga mengutuk tindakan teroris yang dilakukan warga Palestina terhadap warga Yahudi. Pada bulan November 2014 misalnya, Hadash mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan yang membunuh lima jamaah Yahudi dengan golok daging, pisau, dan pistol dalam serangan teror di sebuah sinagog yang terletak di lingkungan Har Nof, Yerusalem sebelah barat.[5] MAKI melalui HADASH juga mendorong Isarel untuk bergabung dalam Perjanjian Pembatasan Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty).[6]

Keputusan MAKI untuk mendorong pendekatan damai, dengan menekankan kerjasama Yahudi-Arab, dan melawan politik apartheid oleh pemerintahan Israel melahirkan konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kalangan kiri seringkali dianggap sebagai pengkhianat bangsa mereka sendiri. Di media sosial, para pembenci seringkali membuat komentar kasar terhadap posisi MAKI dan kelompok kiri lainnya yang mendukung kedamaian dan anti-peperangan. “Orang kiri yang bau, kalian semestinya ditempatkan di kamar gas, kalian lebih buruk dari orang-orang Arab” adalah salah satu contoh ujaran kebencian terhadap kelompok kiri di media sosial.[7] Menawarkan pendekatan damai di dalam masyarakat di tengah banyaknya masalah keamanan, dari bom bunuh diri Hamas sampai milisi-milisi Hizbullah, bukanlah posisi yang menguntungkan. Namun terlepas dari posisi sulit ini, MAKI dapat mempertahankan setidaknya tiga kursi di Knesset dari pemilu ke pemilu sejak didirikannya sebagai Rakah tahun 1965.[8]

TABEL 1.1 KRONOLOGI NAMA PARTAI

Tahun Nama Partai Peristiwa
1923 Partai Komunis Palestina (Palestine Communist Party;PCP) Palestine Communist Party dan Communist Party of Palestine bergabung dan mendirikan PCP.
1924 PCP PCP diakui sebagai partai komunis untuk seksi Palestina oleh Komintern.
1943 PCP Partai ini pecah. Para anggotanya yang keturunan Arab membentuk Liga Pembebasan Nasional (National Liebration League; NLL).
1947 Hamilagah Hakomunistit Haeretz Yisraelit (MAKEI) Partai ini mengganti namanya menjadi MAKEI setelah mendorong pembagian wilayah Israel-Palestina (partisi), segaris dengan posisi resmi Uni Soviet.
1949 HaMiflega HaKomunistit HaYisraelit (MAKI) Menghapus “Eretz” setelah anggota Arabnya meleburkan NLL dan bergabung kembali ke partai.
1949 MAKI Pemilu Knesset pertama, hanya meraih 3.5% suara.
1965 Reshima Komunistit Hadasha (RAKAH) Pertentangan antara faksi Yahudi dipimpin oleh Moshe Sneh yang mengakui hak Israel untuk berdiri dan faksi Arab yang sangat anti-Zionis membawa pada perpecahan. Dipimpin oleh Emile Habibi, Tawfik Toubi dan Meir Vilner, faksi anti-Zionis meninggalkan MAKI dan membentuk Rakah. Partai baru ini memperoleh status sebagai partai komunis “resmi” di Israel oleh Uni Soviet. Di tahun yang sama, Rakah memperoleh tiga kursi di Knesset berkat pemilu. Sementara itu MAKI hanya mendapat satu kursi.
1973 RAKAH MAKI lama bubar setelah memfusikan diri ke dalam partai politik lain, MOKED.
1977 RAKAH Dengan kelompok kiri marjinal dan partai Arab lainnya mereka membentuk HaHazit HaDemokratit LeShalom uLeShivion (HADASH). Beberapa anggota Black Panther Israel juga bergabung dalam koalisi politik ini.
1989 MAKI Para anggota partai memutuskan untuk mengubah kembali nama mereka menjadi MAKI, yang merefleksikan status mereka sebagai satu-satunya partai komunis di Israel.
2015 MAKI Bergabung dengan Join List untuk membangun posisi di pemilu melawan partai sayap-kanan yang sedang tumbuh, Likud. Partai-partai yang didominasi Arab bergabung dengan Join List seperti United Arab List, Balad, Ta’al, dan Islamic Movement. MAKI bergabung dengan afiliasi nasional ini di bawah nama HADASH. Join Listmemperoleh 13 kursi di Knesset, di mana 5 kursi dimiliki HADASH dan 3 kursinya dimiliki MAKI.

Dari latar belakang di atas, tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan tentang (1) mengapa MAKI menjadikan perdamaian Israel-Palestina sebagai agenda mereka dan (2) dalam kapasitas apa MAKI mampu menciptakan perdamaian di wilayah ini?

Partai yang Berorientasi-Moskow

Jejak Moskow terdapat di mana-mana selama masa pembentukan MAKI. Moskow mulai mempengaruhi pendahulu partai MAKI, PCP, ketika Komintern mengakui PCP tahun 1924.[9] PCP mempertahankan karakternya sebagai partai komunis yang terdiri dari dua kebangsaan (binasional), Yahudi dan Arab, sampai para anggota Yahudi, dipimpin oleh Shmuel Mikunis, memberontak terhadap sekretaris umum keturunan Arab, Radwan Al-Hilu. Tak senang dengan peristiwa ini, anggota-anggota Arab lainnya melarang PCP dan mendirikan NLL sebagai organisasi yang seluruh anggotanya keturunan Arab pada tahun 1943. Mikunis, yang menuduh Al-Hilu sebagai “ultranasionalis”, segera diikuti oleh tokoh partai Yahudi lainnya seperti Meir Vilner dan Ester Vilenska. Faksi Yahudi kemudian secara sepihak menyelenggarakan Kongres Partai Kedelapan tahun 1944. Terlepas dari perpecahan tersebut, keduanya tetap memegang prinsip internasionalisme dan menentang Zionisme—namun PCP yang didominasi anggota Yahudi lebih moderat dalam arti bekerja sama dengan kelompok-kelompok Zionis sayap-kiri.[10]Keduanya juga belum memiliki bayangan mengenai patisi. Dalam Kongres Kesembilannya bulan September 1945, PCP menetapkan bahwa Palestina merupakan “negara dengan karakter kebangsaan ganda (binasional)” dan berseru untuk mendirikan “negara Yahudi-Arab yang demokratis dan independen.”[11]

Di tahun 1947, PBB melalui Komite Khusus PBB untuk Palestina (United Nations Special Committee on Palestine; UNSCOP) menawarkan pembagian wilayah (partisi) untuk mengurangi kekerasan yang meningkat di antara penduduk Arab dan Yahudi di Palestina. PCP menentang tawaran utama UNSCOP ini dan menyerang dukungan Amerika terhadap pembagian ini sebagai “pemecahbelahan” (dismemberment) negara.[12] Vilner menyatakan bahwa “masalah Palestina bukanlah antagonisme Yahudi-Arab … Kekuasaan kolonial adalah sumber utama antagonisme nasional yang ada di negara kita.[13]Dengan menyebut “kekuasaan kolonial”, Vilner menunjuk pada perlunya melenyapkan administrasi Inggris dari Palestina. NLL yang didominasi kalangan Arab juga tegas menolak tawaran pembagian tersebut.

Namun pendirian keduanya berubah secara drastis setelah delegasi Soviet di PBB M. Semyon Tsarapakin mengumumkan dukungan negaranya yang “setengah hati” untuk partisi sebagai solusi yang buruk tetapi merupakan satu-satunya yang paling mungkin. Setelah menerima partisi, PCP mengubah namanya menjadi MAKEI. Tidak hanya mengganti namanya dalam bahasa Hebrew, sebagai tanda kerelaan untuk menganut diskursus Zionis, MAKEI juga tertarik pada semangat nasionalisme. “Panjang umur negara Yahudi yang demokratis dan independen!” merupakan salah satu slogan partai.[14] Menekankan kesetiaan pada prinsip-prinsip Marxisme-Leninisme, MAKEI mendeklarkan diri sebagai “pelopor perjuangan pembebasan nasional dan sosial berdasarkan prinsip-prinsip Marxisme-Leninisme.” NLL juga secara drastis mengubah penolakannya terhadap partisi setelah Tsarapakin mengumumkan dukungan Soviet. Melalui buletin resmi Al-Ittihad, NLL menyatakan “meskipun kami bersahabat dengan USSR, kami tidak begitu saja terikat dengan kebijakan tersebut, namun kami memformulasi sikap sendiri menurut kondisi lokal yang ada dan tujuan rakyat kami.”[15] Namun perubahan sikap NLL tidak terjadi begitu saja seperti penggantian PCP menjadi MAKEI. Sekretariat NLL terpecah karena Emile Tuma tetap menentang partisi terlepas dari sikap resmi organisasinya.

MAKEI dan NLL tetap terpisah namun bekerja sama dalam beberapa kesempatan. Pada akhir September 1949, Komite Pusat NLL mengadopsi garis sejarahnya yang luas sebagai dasar untuk mengumumkan kesediannya bergabung kembali dengan MAKI. Pemimpin NLL bertanggungjawab atas perpecahan tahun 1943 di dalam PCP dengan mengakui berbahayanya mengorganisir gerakan komunis di atas basis nasionalistik. Karakter kebangsaan tunggal (mononasional), klaim mereka, telah mencegah NLL dari pemahaman yang benar akan kemunculan realitas baru di dalam negara mereka: yakni formasi bangsa Yahudi di Palestina. Komite Pusat NLL kemudian menyerukan seluruh anggotanya yang berada di dalam wilayah Israel untuk bergabung dengan MAKI. Di akhir bulan Oktober 1949, MAKI merespon sikap kritisisme-diri NLL ini dengan menerima tawaran NLL untuk bergabung kembali. Komite Pusat MAKI menerima seluruh cabang dan anggota NLL di wilayah Israel ke dalam jajaran MAKI.

Penggabungan kembali MAKI dan NLL menandakan pergeseran penuh pandangan para komunis Palestina dari yang sebelumnya menolak partisi menjadi mendukung partisi. Kesepakatan antara Arab dan Yahudi terhadap pembentukan dua partai berkebangsaan ganda di dua negara yang telah didirikan sesuai dengan ketentuan partisi UNSCOP merupakan hal utama yang ditekankan setelah penggabungan. Menurut Joel Beinin, Profesor Sejarah Timur Tengah di Stanford University, para komunis membenarkan partisi hanya karena dukungan mereka terhadap pendirian Uni Soviet, pemimpin kekuatan maju dunia.

Pengaruh Moskow tetap kuat setidaknya selama dua dekade setelah penggabungan kembali MAKI dan NLL. Keengganan MAKI untuk mengadopsi pendekatan polisentrisme yang digaungkan pemimpin Partai Komunis Italia Palmiro Togliatti misalnya, disebabkan Mikunis dan Komite Politik lainnya menganggap garis Togliatti terlalu anti-Soviet.[16] Contoh lainnya adalah pengusiran Hanokh Bzozah pada April 1956, tepat setelah kembalinya Milkunis dari Kongres Keduapuluh Partai Komunis Uni Soviet di Moskow. Pada Kongres Keduapuluh, Nikita Khrushchev menunjukkan kejahatan dan kekeliruan Stalin, termasuk pendekatan komunis nasionalnya. Bzozah, yang selalu mengkritik dengan keras segala bentuk anti-Semitisme di Uni Soviet dan rejim komunis Eropa Timur lainnya, diusir atas dasar penyimpangan nasional Yahudi.[17]

Kemunculan Agensi: Kontestasi antara Faksi Yahudi dan Arab

Partai komunis Israel selalu menemukan kesulitan untuk mengatur karakter binasionalnya. Sejak era PCP sampai MAKI, selalu ada pertengkaran antara faksi Yahudi dan Arab. Pertentangan ini akhirnya membawa pada perpecahan partai di tahun 1965. Faksi-faksi di dalam partai komunis di negara lain biasanya terbagi di antara faksi yang fleksibel dan ortodoks. Namun di dalam MAKI, pembagiannya berdasarkan pada etnis. Pada suatu waktu faksi Yahudi lebih ortodoks dan faksi Arab lebih fleksibel, namun di waktu yang lain faksi Arab lebih ortodoks dan faksi Yahudi lebih fleksibel. Menariknya, sebagian besar masalahnya bukan mengenai ortodoksi, melainkan mengenai perbedaan level militansi dalam melawan politik apartheid Israel. Terlepas secara formal menentang Zionisme, masing-masing faksi memiliki sikap berbeda terhadap gagasan itu. Faksi Arab selalu lebih militan dan sangat anti-Zionis dibandingkan dengan rekan Yahudi mereka.

Pembantaian Kafr Qassim menunjukkan bahwa faksi Arab di tubuh MAKI selalu lebih militan ketika berhadapan dengan politik apartheid. Pada bulan Oktober 1956, militer Israel mengumumkan bahwa jam malam akan berlaku pada pukul 17.00. Pekerja berdarah Arab-Palestina yang bekerja di siang hari kembali ke rumahnya saat jam malam sudah berlaku. Mereka tidak tahu akan hal itu. IDF menembak mati 49 pekerja tersebut dan melukai 13 orang lainnya. Dua orang Arab-Palestina lainnya ditembak mati karena melanggar jam malam di desa yang berbeda. Di bulan November seorang Arab anggota Knesset (MK) dari partai MAKI Tawfiq Tubi mengunjungi Kafr Qasim untuk menyelidiki pembantaian tersebut. Tiga hari setelah kunjungan ia menerbitkan sebuah laporan, menyerukan dukungan dari seluruh sektor masyarakat Israel dan menuntut bahwa para pelakunya mesti dihukum.[18] Akhirnya pejabat militer yang bertanggung jawab terhadap pembantaian Kafr Qasim menerima hukuman simbolik yang minimal.[19]

Kafr Qasim kemudian menjadi isu penting bagi MAKI yang dapat memobilisasi komunitas Arab di Israel dan melebarkan pengaruh partai ke pedesaan. Namun pengadopsian orientasi yang Arab-sentris ketika seluruh masyarakat Israel terlibat dalam festival yang mengglorifikasi nasionalisme semakin mengisolasi MAKI dari publik Yahudi.[20] Anggota Yahudi partai juga mengalami tekanan terus menerus dari komunitas mereka sendiri. Sementara itu, rekan keturunan Arab mereka semakin lebih berani. Pemimpin dan anggota partai yang keturunan Arab tidak menyanyikan lagu kebangsaan “Hatikvah” selama upacara pembukaan kongres. Juru bicara faksi Arab juga lebih memilih menggunakan nama Arab untuk masalah tempat ketimbang bahasa Hebrew, misalnya “Teluk Aqabah” ketimbang “Teluk Eliat.”[21]Ketegangan yang meningkat antara MAKI dan pemerintah Israel akhirnya meledak ke dalam konfrontasi kekerasan saat perayaan May Day tahun 1958 di Nazareth. Setelah permintaan izin MAKI untuk melakukan gerakan menentang gubernur militer,[22] para pimpinan partai lokal memutuskan untuk melakukan demonstrasi tanpa perizinan. Akibatnya, Kepolisian menangkap 129 orang Arab di Nazareth. Lebih dari 300 orang Arab ditangkap di seluruh Israel sebelum, selama, dan sesudah May Day. Para pimpinan Arab MAKI seperti Emile Habibi, Saliba Khamis, dan Tawfiq Tubi termasuk di antara 300 orang Arab yang ditangkap.

Secara pragmatis, orientasi Arab-sentris dan meningkatnya sentimen anti-Zionisme di kalangan anggota Arab berpotensi menyebakan MAKI termarjinalkan secara elektoral. Untuk mengurangi marjinalisasi lebih lanjut, MAKI mencoba mengadopsi gaya Israelian yang lebih populer selama persiapan kampanye pemilu 1961. Pendekatan tidak lazim tersebut dimungkinkan karena kelonggaran disiplin dalam gerakan komunis internasional menyusul Kongres Keduapuluh Partai Komunis Soviet tahun 1956 dan konferensi partai komunis di Moskow tahun 1961. MAKI akhirnya menganut polisentrisme Togliatti setelah dalam waktu yang lama ragu karena gagasan ini dianggap terlalu anti-Soviet.

Agenda partai untuk masuk ke dalam budaya mainstream Israel didelegasikan pada Brit Hanoar Hakomunistit Hayisraelit (BANKI, berarti Liga Komunis Muda Israel). BANKI mengadopsi praktik-praktik gerakan anak muda Israel lainnya, yang, dengan penekanan mereka pada kepeloporan (pioneering), pemukiman desa (rural settlement), dan pertahanan bersenjata (armed defense), merupakan bagian struktur institusional kerja Zionisme dan merefleksikan etos ini.[23] BANKI juga menerbitkan buku lagu yang berisi banyak lagu yang dinyanyikan dalam gerakan anak muda Zionis serta sebagian lagu liburan khas orang-orang Yahudi. Buku lagu BANKI tidak berisi lagu Arab sementara lagu Rusia terdapat beberapa.[24] Dari sudut ini, faksi Yahudi bergerak menuju komunisme nasional Yahudi dan faksi Arab semakin membangkitkan sentimen anti-Zionis.

Ketika faksi Yahudi mendukung jalan Israel menuju sosialisme, mereka tidak dapat menyangkal bahwa pengaruh MAKI di antara kelas pekerja Yahudi merosot sampai tingkat yang cukup dalam. Di sisi lain, sikap anti-Zionis faksi Arab semakin berani dengan meningkatnya dukungan komunitas Arab secara signifikan kepada partai. Seperti tabel 4.1 tunjukkan, jumlah keanggotaan partai MAKI terutama di distrik Yahudi (Tel Aviv-Yafo, Haifa, Jerusalem, Shfelah, South) menurun sedikit, sementara keanggotaannya di seluruh distrik Arab (Nazareth dan Triangle) menurun hampir dua kali lipat. Pergeseran basis sosial ini merupakan faktor penting perpecahan partai. Tahun 1965, pemimpin partai keturunan Arab Habibi dan Tubi meninggalkan MAKI dan membentuk partai baru, RAKAH. Langkah ini juga diikuti oleh beberapa pimpinan Yahudi seperti Meir Vilner. Sementara itu, pimpinan faksi Yahudi Mikunis dan Moshe Sneh tetap berada di MAKI. Menurut Joel Beinin, perpecahan ini dapat dipahami sebagai ekspresi perbedaan pemahaman mengenai pergeseran basis sosial ketimbang hasil dari oportunisme atau penyimpangan nasional masing-masing faksi.[25]

TABEL 4.1. KEANGGOTAAN MAKI TAHUN 1961-1965[26]

Distrik/Tahun 1961 1965
Tel Aviv-Yafo 540 532
Haifa 224 219
Nazareth 240 444
Shfelah 194 69
Sharon 77
Triangle 41 81
Jerusalem 75 65
South 91 75
Negev 35 41

 

Kelahiran MAKI Baru (sebagai RAKAH)

Setelah mendirikan RAKAH, para anggota partai mengutuk Zionisme sebagai sebuah gerakan nasionalis kelas menengah yang melayani kepentingan imperialis, dan Perang Enam Hari sebagai tindakan agresi Israel. RAKAH beroperasi secara independen dalam Knesset Keenam sampai Kedepalan. Pada Knesset Kesembilan sampai Dua Belas RAKAH beroperasi di dalam kerangka aliansi HADASH.[27] RAKAH terus mengumpulkan kekuatan dari komunitas Arab. Mereka meraih 37% suara orang-orang Arab di tahun 1973 dan hampir 50% di tahun 1977. “Kup” terbesar RAKAH adalah memenangkan mayoritas Nazareth, komunitas Arab terbesar di Israel, pada tahun 1973.[28] Hal ini disebabkan RAKAH mengambil sikap yang lebih tegas dalam mengadvokasi persoalan orang-orangArab Palestina di luar dan di dalam negara sementara mengakui hak keberadaan Israel dan menentang penggunaan terorisme PLO.

Sebagaimana tabel 5.1 tunjukkan, RAKAH menawarkan tuntutan yang paling akomodatif bagi warga Arab Palestina dibandingkan partai lain. RAKAH mendukung penarikan penuh dari wilayah okupasi termasuk Jerusalem Timur dan mengajukan sebuah negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Partai ini juga bersikukuh pada hak pengungsi Arab Palestina mengenai pengembalian wilayah yang diokupasi Israel tahun 1967.[29] Tuntutan-tuntutan tersebut bahkan tidak dapat diajukan oleh sayap-kiri lainnya,SHELI. Satu-satunya kelompok yang memiliki orientasi Arab-sentris adalah Abnaa El-Balad. Namun kelompok ini merupakan kelompok Arab yang kecil dan ekskulsif di luar lingkaran politik yang diterima publik karena penolakannya terhadap hak keberadaan Israel.

TABLE 5.1 PANDANGAN PARTAI TENTANG MASALAH ISRAEL-PALESTINA TAHUN 1980an[30]

Masalah/Partai Tehiya

(Ultranasionalis Yahudi)

LIKUD

(Konservatif Liberal)

Labor

(Kiri-tengah)

SHELI

(Sayap-kiri)

RAKAH

(Komunis)

Abnaa El-Balad

(Ultranasionalis Arab)

Menentang aneksasi langsung wilayah yang diokupasi Tidak Ya Ya Ya Ya Ya
Menentang pemukiman di Judea dan Samaria Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya
Mendukung konsesi wilayah di Tepi Barat Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya
Mendukung penarikan batas-batas sebelum 1967 dengan modifikasi tertentu Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya
Mengakui Palestina sebagai sebuah bangsa Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya
Mengakui PLO sebagai perwakilan Palestina Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya
 
Mendukung suatu negara Palestina berdampingan dengan Israel Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak
Mendukung penarikan diri dari Jerusalem Timur Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya
Mengakui hak pengungsi Palestina untuk repatriasi Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya
Tidak mengakui Yahudi di Israel sebagai sebuah bangsa Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya
Menolak Hak Israel untuk Berdiri Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya
Mendukung negara sekuler-demokratis di seluruh Palestina Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya
Tidak menentang Piagam Pembebasan Palestina dan penggunaan terorisme oleh PLO Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya

 

Setelah pecah tahun 1965, Moskow tetap mempertahankan asosiasi dengan MAKI dan RAKAH. Tahun 1967, Perang Enam Hari pecah dan Uni Soviet memihak Arab. Pemimpin MAKI Sneh menolak pembacaan Soviet tentang perang tersebut dan berkata bahwa dukungan terhadap agresi Arab merupakan “taktik blunder”.[31] Dari situ, Sneh dan partainya bergeser kepada Zionisme kiri. Kemudian MAKI mengalami perpecahan lebih lanjut setelah kematian Sneh di tahun 1972. MAKI menghilang dengan tinggal satu faksinya yang terserap ke dalam MOKED tahun 1973.[32] Saat ini, tidak ada kelompok di Israel yang melanjutkan jalan sosialisme Mikunis dan Sneh.

Sementara itu, RAKAH mendapat pengakuan lebih dari kelompok politik lainnya. Mereka memperluas afiliasi dan membentuk koalisi HADASH dengan kelompok kiri yang terpinggirkan dan Black Panters di Israel tahun 1977. RAKAH juga diakui oleh Soviet sebagai partai komunis “resmi” di Israel. Pengakuan ini ditandai oleh kehadiran tiga pejabat Partai Komunis Soviet dalam kongres RAKAH tahun 1976.[33]

Pada tahun 1989, para anggota RAKAH memutuskan untuk mengganti kembali nama mereka menjadi MAKI, yang merefleksikan status mereka sebagai partai komunis satu-satunya di Israel. Di akhir 2015, MAKI tergabung ke dalam koalisi nasional Join List untuk membangun posisi di antara kelompok sayap-kanan yang dominan,LIKUD. Join List diikuti oleh partai-partai yang didominasi Arab lainnya seperti United Arab List, Balad, Ta’al, dan Islamic Movement. MAKI bergabung dalam afiliasi nasional ini di bawah nama HADASH. Join List meraih 13 kursi di Knesset, di mana 5 kursi dimiliki HADASH dan 3 kursinya dimiliki MAKI.

TABEL 5.2 PROGRAM PARTAI DAN AFILIASI ORGANISASI pada tahun 1980an.[34]

Partai RAKAH MAPAM MAPAI LIKUD TEHIYA National Religious Party SHAS
Program Solusi dua negara berdasarkan Resolusi 242 dan Rencana Brezhnev

 

Negosiasi dengan PLO

 

Tanah untuk perdamaian dan Opsi Jordania

 

Menentang pembongkaran pemukiman

 

Negosiasi dengan PLO

Opsi Jordania—menolak Negara Palestina

 

Menolak negosiasi dengan PLO

Fokus ideologis Eretz Yisrael

 

Otonomi untuk Palestina

 

Menolak negosiasi dengan PLO

 

Pendekatan not-one-inch Eretz Yisrael

 

Otonomi untuk Palestina

 

Menolak negosiasi dengan PLO

Fokus ideologis Eretz Yisrael

 

Menolak negosiasi dengan PLO

 

Fokus ideologis Eretz Yisrael

 

Menolak negosiasi dengan PLO

Afiliasi Organisasi MATZPEN

 

NATUREI KARTA

 

Committee Against War in Lebanon

 

Democratic Women

Israeli Council for Israeli Palestinian Peace

 

Committee for Israel Palestinian Dialogue

 

Kibbutz Artzi

 

Hashomer Hatzair

 

Women Against the Invasion of Lebanon

 

Women Against the War

Parents Against Silence

 

Mothers Against Silence

 

Way to Peace

 

United Kibbutz Movement

 

Betar

 

East for Peace

Land of Israel Movement

 

 

Youth for Israel Gush Emunim
Student Organization CAMPUS OMETZ OFEK KASTEL (Hebrew Univ)

 

MASSADA

(Bar Ilan Univ)

Organization on Civil Rights League for Human Civil Rights

 

Prisoners Friends Association

 

Beersheba Branch of Association for Civil Rights in Israel

Association for Civil Rights in Israel

 

New Israel Fund

 

MAKI sebagai Gerakan Anti-Perang dan Anti-Kekerasan

Pada bulan Juni-Agustus 2014, Israel memulai operasi militer di Jalur Gaza. Israel Defense Force (IDF) membombardir kota tesebut dengan artileri dan serangan udara, menyasar infrastruktur yang dibangun militan HAMAS, terutama terowongan. IDF juga membangun invasi darat setelah pemboman. Akibatnya, lebih dari 2.000 orang Palestina dibunuh dan lebih dari 10.000 orang ditangkap. Sebagian besar korban adalah warga sipil.

Dalih pemboman ini adalah penculikan, dan kemudian pembunuhan, tiga orang pemuda Israel di Tepi Barat. Otoritas Israel menyalahkan HAMAS. Selama serangan Gaza, Israel dibakar oleh semangat nasionalis-patriotik. Warga Israel di Sderot, distrik Gaza, menonton serangan Gaza dari atas bukit sambil bersorak. Jurnalis Denmark Alan Sorensen menulis bahwa warga Sderot bertepuk tangan ketika suara ledakan terdengar.[35] Di pusat kota Jerusalem, digelar demonstrasi oleh sayap-kanan di mana partisipannya meneriakkan “Matilah Arab!” dan “Kirim orang-orang Kiri ke Gaza!”[36]

Di tengah keadaan genting itu, MAKI dengan koalisi HADASH menggelar demonstrasi menentang pemboman Gaza pada 26 Juli 2014. Demonstrasi tersebut diikuti oleh 7000 warga Israel keturunan Yahudi dan Arab, mereka memprotes perang di Gaza di bawah slogan: “Hentikan pembunuhan—perdamaian Israel-Palestina, sekarang.” Protes tersebut terjadi di Rabin Square di pusat Tel Aviv. Slogan yang diteriakkan oleh para pemrotes termasuk “Hentikan perang”, “Pulangkan tentara” dan “Yahudi dan Arab menolak bermusuhan.”[37] Polisi menangkap 13 partisipan demonstrasi.[38] Partai Zionis-kiri MERETZ serta organisasi Peace Now memilih untuk tidak bergabung dalam demonstrasi.

Demonstrasi Gaza bukan satu-satunya sebab MAKI mengambil garis depan perjuangan anti-peperangan ketika kelompok progresif lainnya enggan melakukannya. Organisasi pelajar yang berafiliasi dengan MAKI mengambil garis depan isu-isu anti-perang dan anti-diskriminasi di beberapa kesempatan, dan bahkan terkadang mereka berurusan dengan polisi atau kelompok sayap kanan.[39]Ketika terjebak di posisi terpojok di Knesset, anggota Knesset MAKI dan Komite Politik mengambil langkah cepat di jalanan. Pada bulan Agustus 2004 misalnya, pimpinan MAKI terlibat dalam mogok makan satu hari, untuk bersolidaritas dengan para tahanan Palestina, di tenda protes dekat Umm el-Fahm. Di antara mereka adalah anggota Knesset Muhammad Barakei dan Issam Mahoul, serta Walikota Nazareth Ramez Jeraise, dan Shawki Khatib. Mereka bergabung dengan aktivis perdamaian Yahudi serta pimpinan dewan dari kota dan desa di wilayah tersebut termasuk, menurut laporan, Walikota Umm el-Fahm Sheikh Hassan Abdel Rahman.[40]

Pada tahun 2015, MAKI dan koalisi HADASH bergabung dengan Join List. Didominasi oleh partai-partai Arab, MAKI adalah satu-satunya partai Yahudi-Arab. Kebijakan Join List dalam proses perdamaian adalah “menyerukan kedamaian yang adil (just peace) berdasarkan resolusi PBB, mengakhiri okupasi seluruh tanah yang dirampas Israel tahun 1967, membongkar pemukiman dan pagar-pagar keamanan, membebaskan “para tahanan politik” dan mendirikan negara Palestina dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya”. Sebagai tambahan, MAKI “menyerukan solusi adil bagi masalah pengungsi Palestina, yakni menjamin hak kembali dan pemerintahan berdaulat bagi warga Israel-Arab pada isu-isu pendidikan, kebudayaan dan agama”. Pada kebijakan luar negeri yang lain, MAKI “mendukung Israel dan Timur Tengah yang bebas nuklir.”[41]

Kesimpulan: Dimensi dan Keterbatasan

Mendukung perdamaian bukanlah agenda mudah di situasi-situasi tertentu, dan situasi tersebut, di mana MAKI menjadi bagiannya, adalah situasi yang tidak mudah bagi agenda perdamaian. Karenanya, agenda mendukung perdamaian oleh MAKI bukanlah agenda yang jadi dalam semalam. Ini merupakan agenda yang dibentuk oleh proses dialektika yang menyejarah di dalam partai. Agenda advokasi perdamaian bukan juga semata praktik teori Marxis. Sebagian nilai ajaran Marxis memang mendukung agenda advokasi perdamaian partai, namun adalah dimensi agensi, konstituen, dan tradisi partai yang secara kuat membentuk sikap MAKI terhadap agenda perdamaian. Dimensi-dimensi tersebut akan didiskusikan di bawah ini.

Pertama, agensi partai. Karena partai berada di bawah nama PCP, partai menjadi sangat dipengaruhi oleh Uni Soviet. Keterlibatan yang dalam para anggota veteran Yahudi Eropa Timur MAKI terhadap Uni Soviet dapat menjelaskan ketergantungan partaiyang sangat dalam pada garis politik Soviet.[42] Pada titik tertentu, pengaruh Uni Soviet berdampak positif pada MAKI. Ortodoksi yang ditekankan oleh garis Soviet dapat menyatukan faksi Yahudi dan Arab di dalam partai. Namun pengaruh Soviet juga membuat partai tidak dapat membangun pendekatan yang independen terhadap masalah regional mereka sendiri. Pergeseran pandangan dari mendukung negara binasional menjadi mendukung partisi adalah salah satu contoh jelas. PCP-MAKEI dan NLL mengubah pandangan mereka untuk mendukung partisi, dan tak ada justifikasi terhadap hal itu kecuali mengikuti kebijakan luar negeri Soviet. Setelah partisi berhasil dan negara Israel berdiri tahun 1948, partai komunis di bawah nama MAKEI terperangkap dalam semangat patriotik yang sedikit banyak juga mendukung perang. Sebagai contoh, Mikunis sebagai pemimpin MAKEI menuntut pemerintah agar menolak tawaran UN untuk gencatan senjata “karena mengalah pada perjuangan militer melawan Abdallah (Raja Transjordan) dan antek imperialisme yang menyerang hanya akan menguntungkan kekuatan imperialis.[43] Anggota Komite Pusat MAKEI Elihayu Gojansky bahkan berkunjung ke Eropa Timur untuk mencari bantuan militer.[44]

Para anggota partai keturunan Yahudi menurunkan semangat patriotik mereka hanya setelah anggota Arab bergabung kembali. Para anggota Arab jugalah yang mengkritisi secara tajam diskriminasi dan kekerasan terhadap komunitas Arab di dalam maupun di luar Israel. Karakter binasional partai ini juga menjaga para komunis untuk tidak hanya sadar terhadap kekerasan yang dilakukan orang Yahudi, namun juga terhadap kekerasan yang dilakukan oleh orang Arab. Setelah perpecahan tahun 1965, MAKI menjadi eksklusif Yahudi, sementara RAKAH diikuti pula oleh beberapa pimpinan Yahudi dalam partai seperti Meil Vilner. Itulah mengapa RAKAH lebih aktif terlibat dalam agenda mendukung perdamaian dan mendapat pengakuan dari kelompok progresif lainnya. Setelah bubarnya Soviet, partai komunis Israel mengendurkan ideologi Marxis, namun mereka berhasil merepresentasikan suara moderat bagi perdamaian terlepas dari polarisasi yang membuat warga Arab menjadi lebih mendukung nasionalisme Palestina sebagai hasil terus berlangsungnya okupasi Israel.[45]

Kedua, konstituen partai. Sejak awal, partai komunis menganggap konflik-konflik di dalam masyarakat Israel bersifat kelas ketimbang nasionalistik. Dari sudut pandang itu, MAKI selalu mengandalkan dukungan dari kelas pekerja Israel, baik keturunan Yahudi maupun Arab. Namun kenyataan di Israel menunjukkan bahwa para pekerja tidak begitu saja memiliki kepentingan yang sama, terutama ketika mereka dihadapkan pada perbedaan etnisitas. Sebagaimana Lenin nyatakan, imperialisme membentuk struktur dua-tingkat (two-tier) di dalam ekonomi dunia dengan wilayah pusat (core) mengeksploitasi wilayah peripheri (periphery). Struktur ini memperumit pembagian sederhana Marx mengenai kepentingan antara kelas pekerja dan kapitalis. Setelah kapitalisme monopoli berkembang, tidak ada lagi harmoni kepentingan yang berjalan dengan sendirinya antara seluruh pekerja di seluruh dunia. Kapitalis di negara pusat dapat menggunakan keuntungan yang didapat dari eksploitasi negara peripheri untuk mengembangkan kelas proletariat mereka sendiri. Dengan kata lain, kapitalis negara pusat mengamankan kelas pekerja mereka melalui eksploitasi lebih lanjut di negara peripheri.[46]

Di dalam masyarakat Israel, pekerja Yahudi diuntungkan dengan kebijakan negara. Sementara pekerja Arab menghadapi kekerasan dan diskriminasi sehari-hari. Para pekerja Arab merasa Zionisme bersifat problematis, sedangkan pekerja Yahudi boleh jadi mendukungnya. Sebagai kelompok yang dirugikan, pekerja Arab menjadi lebih radikal dan anti-Zionis. Mengalami diskriminasi dan kekerasan dalam masyarakat Israel, pekerja Arab juga mengembangkan kepentingan anti-perang dan anti-kekerasan. RAKAH tumbuh dan mendapat pengakuan di dalam situasi ini.

Ketiga, tradisi partai. Meskipun teori Marxis memiliki keterbatasan untuk menjelaskan kompleksitas konflik Israel-Palestina, salah satu nilai ajaran Marxis ternyataberdampak sangat positif terhadap sikap MAKI dalam agenda perdamaian: yakni pendekatan internasionalis. MAKI yang baru, berhasil mempertahankan pendekatan internasionalisnya dengan menjadi partai yang berkarakter binasional. Meskipun memiliki mayoritas suara dari komunitas Arab, RAKAH seringkali mengirim delegasi anggota Knesset Yahudi sebagai perwakilan mereka. Ketika RAKAH memperoleh kembali nama MAKI, partai ini tetap menunjukkan komitmennya pada pendekatan internasional dengan menunjuk anggota Yahudi untuk menduduki setidaknya dua kursi Knesset yang dimenangkan partai—lebih jauh ketimbang suara yang diberikan pemilih Yahudi untuk partai.

Ketika ambang batas pemilu meningkat, MAKI dan koalisi HADASH membentuk afiliasi nasional yang lebih besar: Join List. MAKI, satu-satunya partai Yahudi-Arab, menjadi partai terdepan dalam afiliasi nasional yang sebagian besar diikuti partai-partai Arab. Perhatian yang besar juga mesti diberikan pada Join List karena menjadi payung bagi elemen-elemen komunis, Islamis, dan nasionalis. Direktur Mossawa Center Jaffar Farrah menyatakan bahwa menyatukan partai-partai yang sangat berbeda “akan menantang debat dalam Israel dan akan mendorong demokrasi di komunitas Palestina.”[47] Dengan berhasilnya membawa partai Yahudi-Arab ke dalam afiliasi nasional yang didominasi Arab, MAKI telah menaruh perspektif penting tentang perdamaian: bahwa warga Arab di Israel tidak dapat menghidupkan kembali perdamaian di wilayah tersebut sendirian begitupun dengan warga Yahudi.

[1] MAKI, 24th Congress, The Change We Desire, <http://maki.org.il/en/?page_id=15>, diakses pada 23 Mei 2015.

[2] Alternative Information Center, Demonstration Against the War Tel Aviv 5 August 2006,<http://mrzine.monthlyreview.org/2006/aic070806.html>, diakses pada 23 Mei 2015.

[3] MAKI, Palestine Being a UN Member – Important Contribution For Peace, <http://maki.org.il/en/?p=255>, diakses pada 23 Mei 2015.

[4] MAKI, Between Colonialism and Apartheid: Plan to Ban Palestinians from Israeli Buses in OPT, <http://maki.org.il/en/?p=4522>, diakses pada 23 Mei 2015.

[5] MAKI, Hadash Strongly Condemns Tuesday Attack on Jerusalem Synagogue, <http://maki.org.il/en/?p=3111>, diakses pada 23 Mei 2015.

[6] Jewish Virtual Library, Israel Political Parties:Hadash,<http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Politics/Hadash.html>, diakses pada 23 Mei 2015.

[7] MAKI, Peace Now Highlights “Epidemic” of Fascist Incitement in Israel, <http://maki.org.il/en/?p=3078>, diakses pada 23 Mei 2015.

[8] Daoud Kuttab, Nazareth election beginning of end for Israel’s Communist Party, <http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2014/03/israel-communist-elections-nazareth-palestinian-arab.html#>, , diakses 23 Mei 2015.

[9] Fred Halliday, ‘Early Communism in Palestine’, Journal of Palestine Studies, Vol. 7, No. 2 (Winter, 1978), hlm. 162-169

[10] Joel Beinin, Was The Red Flag Flying There? Marxist Politic and The Arab-Israeli Conflict in Egypt and Israel 1948-1965, University of California Press, Los Angeles, 1990, hlm. 43

[11]Ibid.

[12] The Communist Party of Palestine, We Fight for Freedom, Evidence Given to UNSCOP, Jerusalem, July 13&15 1947. DalamIbid.

[13]Ibid.

[14] Joel Beinin, Ibid. hlm. 46

[15] Alittihad, 19 October 1948. DalamIbid.

[16] Joel Beinin, Ibid. hlm. 231.

[17]Ibid. hlm. 192.

[18]Ibid. hlm. 194.

[19]Ibid. hlm. 194

[20]Ibid. hlm. 194

[21]Ibid. hlm. 198

[22]Ibid. hlm. 202.

[23]Ibid. hlm. 233.

[24]Ibid. hlm. 233.

[25]Ibid, hlm. 239.

[26] Party Censuses, Kibbutz Me’uhad archive. Ibid. hlm. 241.

[27] Knesset, New Communist List, <https://www.knesset.gov.il/faction/eng/FactionPage_eng.asp?PG=62>, diakses pada 23 Mei 2015

[28] Don Peretz, The Government and Politics of Israel, Westview Press, Colorado, 1983. hlm. 103

[29] Sammy Smooha, Arabs and Jews in Israel, Conflicting and Shared Atiitudes in Divided Society, Westview Press, Colorado, 1989. hlm. 68

[30]Ibid.hlm. 69

[31] Don Peretz, Ibid. hlm. 102.

[32]Ibid.hlm. 103.

[33] Jewish Global Source, 3 Soviet Communist Party Officials in Israel to Attend Rakah Confab, <http://www.jta.org/1976/12/16/archive/3-soviet-communist-party-officials-in-israel-to-attend-rakah-confab>, diakses pada 26 Mei 2015.

[34] Michael Jansen, Dissonance in Zion, Zed Books, London, 1987. hlm. 132-135.

[35] The New York Times, Israelis Watch Bombs Drop on Gaza From Front-Row Seats, <http://www.nytimes.com/2014/07/15/world/middleeast/israelis-watch-bombs-drop-on-gaza-from-front-row-seats.html?_r=0>, diakses pada 26 Mei 2015.

[36]Ibid.

[37] Solidnet, CP of Israel, Thousands of Israelis protest the Gaza war in Tel-Aviv,<http://www.solidnet.org/israel-communist-party-of-israel/cp-of-israel-thousands-of-israelis-protest-the-gaza-war-in-tel-aviv-en>, diakses pada 26 Mei 2015.

[38] Communist Party of Britain, Israeli Communists rage against slaughter in Gaza, <http://www.communist-party.org.uk/international/news-a-statements/1974-israeli-communists-rage-against-slaughter-in-gaza.html>, diakses pada 26 Mei 2015.

[39] Electronic Intifada, Palestinians in Israel beaten, arrested for Gaza support, http://electronicintifada.net/content/palestinians-israel-beaten-arrested-gaza-support/13774 , diakses pada 26 Mei 2015.

[40] Electronic Intifada, Local, regional solidarity with hunger strikers grows, <http://electronicintifada.net/content/local-regional-solidarity-hunger-strikers-grows/5209>, diakses pada 26 Mei 2015.

[41] The Jerusalem Post, Israel politics: Platforms for the politically perplexed,<http://www.jpost.com/Israel-Elections/Platforms-for-the-politically-perplexed-392386>, diakses pada 26 Mei 2015.

[42] Joel Beinin, Ibid. hlm. 231

[43]Ibid. hlm. 47.

[44]Ibid. hlm. 47.

[45] Daoud Kuttab, Ibid, http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2014/03/israel-communist-elections-nazareth-palestinian-arab.html#

[46] John Baylis & Steve Smith, Globalization of World Politics, an Introduction to International Relations, Oxford University Press, New York, 2007. hlm. 127

[47] Ben Fisher, The Israeli Elections: Seeds of Spring?, <http://www.pij.org/details.php?blog=1&id=338>, diakses pada 26 Mei 2015.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *