Browse By

Apa yang Progresif dari Islam Progresif?*

Pada tahun 1993, Djohan Effendi[i] menyatakan bahwa polemik antara teologi Islam tradisional dengan teologi Islam rasional tidak lagi relevan.[ii] Alasannya, mayoritas umat Islam, utamanya di kalangan akar rumput yang dilanda keterbelakangan, kemiskinan, dan ketidakadilan, tidak merasakan manfaatnya. Polemik dan diskursus keduanya pun hanya tersentral di

Menghantam Pagar Kekuasaan: Cerita Warga Sukamulya Menolak Bandara Internasional

“Nama saya Bambang”, demikian ia memperkenalkan namanya. Nama lengkapnya Bambang Nurdiansyah. Meski nampak murung dan menahan kesedihan di tenggorokan, suara baritonnya terdengar jernih. Ia berbicara Bahasa Indonesia formal nyaris sempurna—hampir tanpa tersisipi kosa-kata Sunda—dan gemar menggunakan kalimat langsung untuk bercerita dengan artikulasi terjaga. Mendung serupa

Suara May Day

Cerita Dari Buruh Oleh: Mastono aku bahagia libur tiba aku bisa merdeka   ah, aku salah mengira ternyata sebelum libur aku disuruh lembur persediaan barang harus cukup agar distribusi tak berhenti agar modal terus berputar berlipat ganda beranak-cucu semua bernama modal   aku kira setelah